Pasangan yang sepadan berdasarkan II Korintus 2:14-16

Authors

Supriadi - Oet
Sekolah Tinggi Teologi Arastamar Bengkulu (STTAB), Indonesia
Romauli Rinawati Hutabarat
Sekolah Tinggi Teologi Arastamar Bengkulu (STTAB), Indonesia

DOI:

10.55807/davar.v6i2.198
Keywords: Pernikahan, Beda Agama, Pasangan Kristen.

ABSTRAC 

This study aims to analyze the concept of a suitable partner from a biblical perspective, focusing on biblical interpretation, particularly II Corinthians 6:14–15, and its implications for young Christians in choosing a life partner. The method used is a qualitative study with a literature study approach, through a review of relevant theological and biblical sources. The results indicate that social factors, lack of religious education, family background, and freedom to choose a partner are the main causes of interfaith relationships. The resulting impacts include obstacles to shared worship, conflicts in spiritual values, and the potential for a decline in faith. Based on theological analysis, a suitable partner is understood as a relationship based on shared faith, commitment to loyalty, and love centered on Christ. The role of the family and the church is crucial in forming the foundation of young people's faith so they can build a marriage that glorifies God.

 

Keywords: Suitable Partner, Christian Marriage, Faith, II Corinthians 6:14–15.

 

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan menganalisis konsep pasangan yang sepadan menurut perspektif Alkitab dengan menitikberatkan pada tafsir Alkitab, khususnya II Korintus 6:14–15, serta implikasinya bagi pemuda Kristen dalam memilih pasangan hidup. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi literatur, melalui pengkajian sumber-sumber teologis dan biblika yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor pergaulan, kurangnya pendidikan agama, latar belakang keluarga, dan kebebasan memilih pasangan menjadi penyebab utama terjadinya relasi beda iman. Dampak yang ditimbulkan meliputi hambatan ibadah bersama, konflik nilai spiritual, serta potensi kemunduran iman. Berdasarkan analisis teologis, pasangan yang sepadan dipahami sebagai relasi yang dilandasi kesamaan iman, komitmen kesetiaan, dan kasih yang berpusat pada Kristus. Peran keluarga dan gereja sangat krusial dalam membentuk fondasi iman pemuda agar mampu membangun pernikahan yang memuliakan Tuhan.

 

Kata kunci: Pasangan sepadan, Pernikahan Kristen, Iman, II Korintus 6:14–15.

Aish Indah Lestari. “Pengaruh Hubungan Romantis Terhadap Kesehatan Mental Memahami Dinamika Pasangan.†Fakultas Psikologi, Universitas Medan Area, Indonesia, 2024, 2.

Bagus Surjantoro. Membangun Keluarga Untuk Kemulian-Nya. Jakarta: Obor Mitra Indonesia, 2001.

Desi Ratnasari dan Marthin Steven Lumingkewas. Kawin Campur Perspektif Ulangan 7:1-6. Yogyakarta: Diandra Kreatif, 2018.

Donald C. Stamps. Alkitab Penuntun Hidup Berkelimpahan. Malang, Jawa Timur: Gandum Mas dan Lembaga Alkitab Indonesia (LAI), 1996.

Donald Guthrie. Pengantar Perjanjian Baru Volume 2. Surabaya: Momentum, 2013.

Eppang, Paulus, Zakharia Suparyadi, and Hariyanto. “Mengintegrasikan Bisnis Dan Pelayanan: Pandangan Alkitabiah Tentang Hamba Tuhan Yang Mengabdi Di Dunia.†Journal of Religious and Socio-Cultural 5, no. 2 (2024): 149–67.

Jalil, A. “Pernikahan Beda Agama Dalam Perspektif Hukum Islam Dan Hukum Positif Di Indonesia.†Andragogi: Jurnal Diklat Teknis Pendidikan Dan Keagamaan, 2018, 2.

Jane Marlen Makalew. “Akibat Dari Pernikahan Beda Agama Di Indonesia.†Lex Privatum 1 (2013): 131–44.

Janes Sinaga, Juita Lusiana Sinambela, Kingston Pandiangan dan Beni Chandra Purba. “Impian Keluarga Bahagia: Memilih Pasangan Hidup Yang Seimbang Menurut Kristen.†Indonesian Journal of Psychology and Behavioral Science (MENTAL) 1 No. 1 (2023): 16.

Jessica Silfanus. “Perkawinan Beda Agama Secara Alkitabiah Dalam Masyarakat Pluralisme.†The Way Jurnal Teologi Dan Kependidikan Volume 8, (2022): 89.

Kadun, Satria Omega, Ruth Mbo’oh, and Sri Wahyuni. “MENGURAI DAMPAK KELOMPOK KECIL TERHADAP PERTUMBUHAN GEREJA.†Davar : Jurnal Teologi 6, no. 1 (2025): 14–25.

Luthfiyah Muh, Fitrih. Metodologi Penelitian: Penelitian Kualitatif, Tindakan Kelas Dan Tindakan Kasus. Jawa Barat: CV. Jejak, 2017.

Merrill C. Tenney. Survei Perjanjian Lama. Malang, Jawa Timur: Gandum Mas, 2001.

Paul Enns. The Moody Handbook Of Theologi 1. Malang, Jawa Timur: Literatur SAAT, 2003.

Russel P. Spittler. Pemahaman Dasar Kitab Korintus. Malang, Jawa Timur: Gandum Mas, 2013.

Siswo Prayitno Hadi Podo. Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi Baru. Jakarta: Pustaka Phoenix, 2012.

Stephen dan Robi Panggara. ““Kajian Biblika Tentang Pasangan Yang Sepadan Berdasarkan Kejadian 2:8-25 Dan Implikasinya Bagi Orang Kristen Masa Kini.†STT Jaffray, Makassar, 2019.

V.C. Pfitzner. Ulasan Atas Surat 2 Korintus, Kekuatan Dalam Kelemahan. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2008.

Y. Singgih D. Gunarsa. Psikologi Untuk Keluarga. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 1976.

Download data is not yet available.
  • Supriadi - Oet, Sekolah Tinggi Teologi Arastamar Bengkulu (STTAB)
    Kepala Prodi S1 Teologi di Sekolah Tinggi Teologi Arastamar Bengkulu (STTAB) dari tahun 2020 - Sekarang.

Downloads

Additional Files

Published

2026-02-20

Issue

Section

Articles