DOI:
10.55807/davar.v7i1.260Abstract
People with disabilitas often face discrimination in physical access and liturgical engagement in the church, creating a gap between inclusive theology and the reality of ministry. This study aims to examine efforts to realize contextual theology through the design of a leberating liturgy. The study was conducted at the Hermon Panampo Congregation, a Toraja Mamasa church with a significant popilation of people with disabilities. The research method used was a qualitative approach using observation, interviews, and documentation studies. The findings indicate that limited physical access and a lack of special attention in worship services hinder the full participation of people with disabilitas. The study concludes that implementing a leberating liturgy requirs providing comprehensive accessibility and recognizing the dignity of people with disabilitird as subjects of faith. This paper contributes to strengthening the theological foundation for the church to prioritize inclusive ministry as a concrete manifestation of God’s love and justice.
Keywords: contextual theology, liberating liturgy, people with disabilities
Abstrak
Penyandang disabilitas sering menghadapi diskriminasi dalam akses fisik dan keterlibatan liturgi di gereja, sehingga menciptakan kesenjangan antara teologi inklusi dan realitas pelayanan. Penelitian ini ini betujuan mengkaji upaya mewujudkan teologi kontekstual melalui perancangan liturgi yang memerdekakan. Penelitian dilakukan di Gereja Toraja Mamasa Jemaat Hermon Panampo, yang memiliki populasi disabilitas signifikan. Metode penelitian yang diterapkan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Temuan menunjukkan bahwa keterbatasan akses fisik dan kurangnya perhatian khusus dalam tata ibadah menghambat partisipasi penuh jemaat penyandang disabilitas. Penelitian menyimpulkan bahwa implementasi liturgi yang memerdekakan memerlukan penyediaan aksebilitas menyeluruh dan pengakuan terhadap martabat disabilitas sebagai subyek iman. Tulisan ini memberikan konstribusi dalam memperkuat landasan teologis bagi gereja untuk mengutamakan pelayananan inklusif sebagai wujud nyata kasih dan keadilan Allah.
Kata kunci: teologi kontekstual, liturgi yang memerdekakan, penyandang disabilitas
Aritonang, Jan S. Teologi-Teologi Kontemporer. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2018.
Darius, Darius, and Filia Amelia Kasinda. “Solidaritas Yesus Terhadap Disabilitas: Suatu Implikasi Praktis Solidaritas Gereja Terhadap Kaum Disabilitas.” Sanctum Domine: Jurnal Teologi 12, no. 1 (2022): 35–48. doi:10.46495/sdjt.v12i1.136.
Harisantoso, Imanuel Teguh. “Membaca Kisah Zakheus Dalam Perspektif Disabilitas.” BONAFIDE: Jurnal Teologi Dan Pendidikan Kristen 4, no. 1 (2023): 65–86. doi:10. 46558/bonafide.v4i1.153.
Hasibuan, Serepina Yoshika. “Penerimaan Anak Berkebutuhan Khusus Dalam Komunitas Iman.” MAWAR SARON: Jurnal Pendidikan Kristen Dan Gereja 4, no. 1 (2023): 29–44. doi:10.62240/msj.v4i1.44.
Kusumo, Yusuf Setiawan Sudarso, and Paulus Sentot Purwoko. “Implementasi Pelayanan Yesus Dalam Injil Matius Kepada Penyandang Disabilitas.” Jurnal Apokalupsis 13, no. 1 (2022): 111–133. doi:10.52849/apokalupsis.v13i1.48.
Lawalata, Rosalina S. Disabilitas Sebagai Ruang Berteologi: Sebuah Sketsa Membangun Teologi Disabilitas Dalam Konteks GPIB. Yogyakarta: PT. Kanisius, 2021.
Pareang, Eunike Itamar. “Menerima Dan Memberdayakan Dalam Kerapuhan.” Sanctum Domine: Jurnal Teologi 15, no. 1 (2025): 25–40. doi:10.46495/sdjt.v15i1.328.
Paruru, Nofvrind. “Gereja Sebagai Komunitas Inklusi.” Apostolos: Journal of Theology and Christian Education 4, no. 2 (2024): 82–100. doi:10.52960/a.v4i2.298.
Putri, Heni Julaika, and Sri Murhayati. “Metode Pengumpulan Data Kualitatif.” Jurnal Pendidikan Tambusai 9 (2025): 13074–13086.
Susilawati, Susilawati, Sofiya Cristine, Yolanda Meliyani B R Surbakti, and Sarmauli Sarmauli. “Huma Betang Sebagai Budaya Tandingan: Relevansi Teologi Kontekstual Bagi Gereja Di Kalimantan Tengah.” JUTEQ: jurnal teologi & tafsir 2, no. 10 (2025): 1521–1527. https://languar.net/index.php/JUTEQ/article/view/461.
Tohatta, Debby, Sekolah Tinggi, Filsafat Theologi, and Stft Jakarta. “Perjamuan Kudus Inklusi Sebagai Ruang Hospitalitas Bagi Teologi Disabilitas.” DIEGESIS: Jurnal Teologi 9, no. 1 (2024).
Wattimena, Valeri A. “Konsep Kepelayanan Gereja Kepada Penyandang Disabilitas Dalam Lukas 12:12-14.” Noumena: Jurnal Sosial Humaniora Dan Keagamaan 4, no. 1 (2023): 15–23. doi:https://doi.org/10.37196/nojisok.v4i1.744.
Wenno, Vincent Kalvin, Molisca Ivana Patty, and Johanna Silvanna Talupun. “Memahami Karya Allah Melalui Penyandang Disabilitas Dengan Menggunakan Kritik Tanggapan Pembaca Terhadap Yohanes 9:2-3.” EPIGRAPHE: Jurnal Teologi Dan Pelayanan Kristiani 4, no. 2 (2021): 141–153. doi:10.33991/epigraphe. v4i2. 141.




2.png)


