DOI:
10.55807/davar.v7i1.219Abstract
The reality of the millennial Kingdom has now given rise to various approaches that tend to disagree with one another, one of which is postmillennialism. The purpose of this study is to investigate the main ideas of postmillennialists about the millennial Kingdom in relation to evangelism and the progress of civilization as its manifestation in the eschatological perspective of Christian mission. The method used in this study is the library research method. The results of this study are that evangelism to all nations is the responsibility of believers with an eschatological dimension, but the Bible reveals that not everyone will believe and become Christians. In addition, the Millennial Kingdom is spiritual or symbolic and is a reality that believers are experiencing amidst the reality of a world that is heading towards its misery. Another point is that the Kingdom of God does not depend on the progress of civilization, because the Kingdom comes from God. Therefore, the mission must be carried out with full responsibility, but not oriented towards such speculations.
Key words: christian mission, eschatology, millennial Kingdom, postmillennialism
Abstrak
Realitas Kerajaan seribu tahun kini menimbulkan berbagai pendekatan yang cenderung tidak sepakat antara satu dengan yang lainnya, salah satunya adalah postmilenialisme. Tujuan penelitian ini adalah menyelidiki pokok pikiran kaum postmilenialisme tentang Kerajaan seribu tahun dalam kaitan dengan penginjilan dan kemajuan peradaban sebagai perwujudannya dalam perspektif eskatologis misi Kristen. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kepustakaan. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa penginjilan kepada semua bangsa merupakan tanggung jawab orang percaya yang berdimensi eskatologis, namun Alkitab mengungkapkan bahwa tidak semua orang akan percaya dan menjadi Kristen. Selain itu Kerajaan Seribu Tahun bersifat rohani atau simbolis dan merupakan kenyataan yang sedang dialami oleh orang percaya di tengah realitas dunia yang sedang menuju kedusahannya. Pokok lainnya adalah bahwa, Kerajaan Allah tidak bergantung pada kemajuan peradaban, sebab Kerajaan itu berasal dari Allah. Dengan demikian, maka misi haruslah dijalankan dengan penuh tanggung jawab, tetapi tidak berorientasi pada spekulasi-spekulasi yang demikian.
Kata kunci: misi Kristen, eskatologi, Kerajaan seribu tahun, postmilenialisme
Bartolo, Samuel, and Aprianus Moimau. “Kerajaan Seribu Tahun.” Jurnal Pendidikan Agama dan Teologi 2, no. 3 (2024): 84–91.
Blegur, Romelus, Leniwan Darmawati Gea, Markus Domilius Mastilia Illuko, Franky Franky, and Jitro Remi Praing. “Mendidik Kesadaran Gereja Terhadap Tugas Misi Allah.” Makarios: Jurnal Teologi Kontekstual 2, no. 2 (2023): 77–86. https:// jurnal.i3batu.ac.id/makarios/article/view/239.
Harefa, Julitinus, and Meniati Hia. “KERAJAAN SERIBU TAHUN DALAM PERSPEKTIF KAUM INJILI.” JURNAL MISSIO-CRISTO 5 (2022): 72–85.
Haryono, Eko, Siti Suprihatiningsih, Damar Septian, Joko Widodo, Ali Ashar, and Sariman. “New Paradigm Metode Penelitian Kepustakaan (Library Research) Di Perguruan Tinggi.” An-Nuur: The Journal of Islamic Studies 14, no. 1 (2024): 1–9. https://ejournal.iaiamc.ac.id/index.php/annuur/article/view/391.
Kurniadi, Iman, and Henoch Budiyanto. “Pandangan Umum Kerajaan Seribu Tahun Dalam Wahyu 20:1-6.” JURNAL SEMPER REFORMANDA 4, no. 2 (2022): 1–7.
Laia, Dedi Surianto, and Aprianus Lendrik Moimau. “Kristologi Eskatologis : Kerajaan Seribu Tahun Dalam Pemikiran Teologi.” Jurnal Magistra 2, no. 2 (2024).
Layantara, Jessica Novia. “POSTMILENIALISME BERSYARAT: KRITIK TERHADAP ESKATOLOGI PREMILENIALISME DISPENSASIONAL DAN SEBUAH USULAN TERHADAP ESKATOLOGI PENTAKOSTA.” Jurnal Teologi Amreta 2, no. 1 (2018): 30–56. https://jurnal.sttsati.ac.id/index.php/amreta/ article/view/12.
Lie, Heryanto David. “Penggenapan Progresif Misi Allah Dalam Kisah Para Rasul 1:8.” Jurnal Jaffray 15, no. 1 (2017): 63–69. https://ojs.sttjaffray.ac.id/index.php/JJV71/ article/view/235.
Little, Christopher R. “What Makes Mission Christian?” International Journal of Frontier Missiology 25, no. 2 (2008): 65–73. http://veraxinstitut.ch/upload/What_ Makes_Mission_Christian-IJFM.pdf.
Martasudjita, Emanuel Pranawa Dhatu. “Memikirkan Liturgi Pengharapan.” GEMA TEOLOGIKA: Jurnal Teologi Kontekstual dan Filsafat Keilahian 8, no. 2 (2023): 201–218. http://journal-theo.ukdw.ac.id/index.php/gemateologika/article/view/ 1057.
Miraji, Theodorus, and Felicia Irawaty. “Pandangan Postmilenialisme Dan Sumbangsihnya Bagi Pemulihan Kondisi Mental Orang Kristen Pada Masa Pasca Pandemi Covid-19.” Voice of Wesley: Jurnal Ilmiah Musik dan Agama 4, no. 2 (2021): 39–53.
Nggadas, Deky Hidnas Yan. “Wahyu 20:1-10 Dan Milenialisme: Sebuah Evaluasi Hermeneutis Dan Kanonikal.” BONAFIDE: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen 4 (2023): 1–10.
Nome, Hot, and Aprianus Lendrik Moimau. “Kerajaan Seribu Tahun Berdasarkan ( Wahyu 20 : 1 - 6 ).” Jurnal Teologi Injili dan Pendidikan Agama 2, no. 3 (2024): 1–6.
Thiessen, Hendry C. Teologi Sistematika. 1st ed. Malang: Gandum Mas, 1992.
Wibowo, Cahyono Budi. “Kemajemukan Gereja Dalam Bingkai Promissio Yang Memaknai Missio Dan Compromissio.” Phronesis: Jurnal Teologi dan Misi 6, no. 1 (2023): 100–118. https://jurnal.sttsetia.ac.id/index.php/phr/article/view/356.
Willmington, H.L. Eskatologi. 1st ed. Malang: Gandum Mas, 1994.
Yelicia, Enggar Objantoro, and Sabda Budiman. “Kritik Terhadap Pandangan Post-Milenialisme Tentang Kedatangan Kristus Yang Kedua Kali Dan Implikasi Bagi Orang Percaya Masa Kini.” Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen 3, no. 1 (2021): 1–9.
Yuliastomo, Nicodemus. “Pandangan Kontemporer Kerajaan Seribu Tahun Suatu Studi Teologi Perjanjian Baru Tentang Milenium.” Jurnal Jaffray 6, no. 2 (2008): 24–36. https://ojs.sttjaffray.ac.id/index.php/JJV71/article/view/104.




2.png)


