DOI:
10.55807/davar.v6i2.153ABSTRACT
This paper will explain how the fading local expression manasumo raka, which has been replaced by religious-based greetings, can be used as a source of oral tradition-based theology of friendship between communities. This research uses a qualitative method. The research results and conclusions of this article show that manasumo raka is not just an ordinary greeting in the life of Toraja people, it contains elements of friendship, kinship that refers to openness, as well as an expression of anti-ego that is very distinctive as the identity of Toraja people. This phrase is a symbol of love in an effort to meld various differences in society, one of which is differences in beliefs or religions. Indeed, building relationships regardless of background is part of the concept of friendship in Christianity and Islam, as well as practiced and taught directly by Jesus and the Prophet, so it is important to preserve and pass on to the next generation in the lives of Torajans wherever they are.
Â
Keywords: Manasumo raka?, Interfaith Community, Theology of Friendship, Oral Tradition.
Â
ABSTRAK
Tulisan ini akan menjelaskan bagaimana ungkapan lokal manasumo raka yang mulai pudar dan tergantikan oleh sapaan berbasis agama dapat digunakan sebagai sumber teologi persahabatan berbasis tradisi lisan antara masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Hasil penelitian beserta kesimpulan artikel ini menunjukan bahwa sapaan manasumo raka? bukan hanya sekedar sapaan biasa dalam kehidupan masyarakat Toraja, sapaan ini mengandung unsur persahabatan, kekeluargaan yang merujuk pada keterbukaan, sekaligus juga sebagai ekspresi anti-ego yang amat khas sebagai identitas orang Toraja. Frasa ini menjadi simbol cinta-kasih dalam upaya untuk meleburkan berbagai perbedaan dalam masyarakat, salah satunya adalah perbedaan keyakinan atau agama. Tentunya membangun relasi tanpa memandang latar belakang merupakan hal yang menjadi salah satu bagian dari konsep persahabatan dalam ajaran Kekristenan dan Islam, serta dipraktikkan dan diajarkan langsung oleh Yesus dan juga Rasulullah, sehingga penting untuk tetap dilestarikan dan diwariskan kepada generasi selanjutnya dalam kehidupan masyarakat Toraja dimana pun mereka berada.
Â
Kata Kunci: Manasumo raka?, Masyarakat Lintas Iman, Teologi Persahabatan, Tradisi Lisan.
Adiprasetya, Joas. “Pastor as Friend: Reinterpreting Christian Leadership.†DIALOG: A Journal Of Theology 57 (1) (2018): 47–52.
Aelred, and Mary Eugenia Laker. Spiritual Friendship. Kalamazoo, Mich: Cistercian Publications, 1974.
Butarbutar, Rut Debora, Raharja Milala, and Dina Datu Paunganan. “Dalihan Na Tolu Sebagai Sistem Kekerabatan Batak Toba Dan Rekonstruksinya Berdasarkan Teologi Persahabatan.†DAHRMASMRTI: Jurnal Ilmu Agama dan Kebudayaan 20 (2) (2020): 21–28. https://ejournal.unhi.ac.id/index.php/dharmasmrti/issue/view/23.
Edgar, Brian. God Is Friendship: A Theology of Spirituality, Community, and Society. Wilmore, Kentucky: Seedbed Publishing, 2013.
Kobong, Th. Manusia Toraja: Dari Mana-Bagaimana-Ke Mana. Toraja: ITGT, 1983.
Lattu, Izak. “Performative Interreligious Engagement: Memikirkan Sosiologi Hubungan Lintas Agama.†In Sosiologi Agama, Pilihan Berteologi Indonesia : 25 Tahun Program Pascasarjana Universitas Kristen Satya Wacana. Salatiga: Universitas Kristen Satya Wacana, 2016.
———. “Teologi Tanpa Tinta: Mencari Logos Melalui Etnografi Dan Folklore.†In Membangun Gereja Sebagai Gerakan Yang Cerdas Dan Solider: Apresiasi Terhadap Kegembalaan Ignatius Kardinal Suharyo, edited by Fransiskus Purwanto and A. T. Edy Warsono. Yogyakarta: Sanata Dharma Univeristy Press, 2020.
Mead, George H. Mind, Self, and Society: From The Standpoint Of A Social Behavorist. Chicago: University of Chicago Press, 1972.
Paembonan, Yanni. “Pendidikan Karakter Anak Usia Dini Berbasis Karapasan.†In Teologi Kontekstual Dan Kearifan Lokal Toraja, edited by Binsar Jonathan Pakpahan. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2020.
Patiung, Naomi, and Simon Sitoto. “The Efforts Of Maintsining Torajan Lenguage As A Mother Tongue of Torajan People From The Threat of Extincion: A Preliminary Study.†Linguistik, Terjemahan, Sastra (LINGTERSA) 2 (1) (2021): 1–6. https://talenta.usu.ac.id/lingtersa/article/view/6117.
Pongtuluran, Yulianus, Ichlaus Amal, and Erwan Agus Purwanto. “Manipulasi Budaya Dalam Politik Pada Pemekaran Daerah: Studi Kasus Di Toraja, Propinsi Sulawesi Selatan.†Jurnal Ilmiah Mimbar Demokrasi 11 (2) (2012): 35–50. https://journal.unj. ac.id/unj/index.php/jmb/article/view6256/4532.
Sarbini, Peter Bruno. “Persahabatan Sejati Dalam Islam.†In Seri Filsafat Teologi, 451–465. Malang: STFT Widay Sasana, 2020.
Tanduk, Rita, Elisabeth Mangera, and Suluh Sallolo. “Etnolech Determination of Toraja Community Kinship in a Foreign Land.†In Internasional Congress Linguistics Society (KIMLI 2021), 50–52. Atlantis Press, 2021. https://www.atlantis-press.com/ proceedings/kimli-2021/125967741.
Utomo, Kurniawan Dwi Madyo. “Pengaruh Persahabatan Terhadap Kesejahteraan Hidup Manusia.†In Seri Filsafat Teologi, 434–450. Malang: STFT Widay Sasana, 2020.
Welem, Theofilus. “Menangkal Radikalisme Agama Menguatkan Perdamaian Umat Di Toraja Melalui Penggunaan Kitab Keagamaan Dan Nilai Budaya Orang Toraja.†PURWADITA: Jurnal Agama dan Budaya 7 (1) (2023): 72–83.
Wibowo, Ridha Mashudi, and Agustin Retnaningsih. “Dinamika Bentuk-Bentuk Sapaan Sebagai Refleksi Sikap Berbahasa Masyarakat Indonesia.†Humaniora 27 (3) (2015): 269–282. https://journal.ugm.ac.id/jurnal-humaniora/article/view/10587.
Yosaka, A. Yonas. “Menerjemahkan ‘Manasumo Raka?’ Sebagai Sapaan Keakraban Sekaligus Perlawanan.†Loka Banne. Last modified 2021. https://lokabanne. medium.com/menerjemahkan-manasumo-raka-sebagai-sapaan-keakraban-sekaligus-perlawanan-bf54952c2b7a.



2.png)


